0.0.1 / February 14, 2016
(3.8/5) (18)
Loading...

Description

Islam datang mengatur ketentuan pembagian warisan secara rinci agartidak terjadi perselisihan antara sesama ahli waris sepeninggalorang yang hartanya diwarisi (muwaris). Agama Islam menghendakiprinsip adil dan keadilan sebagai salah satu sendi pembinaanmasyarakat dapat ditegakkan. Ketentuan tersebut tidak dapatberjalan baik dan efektif tanpa ditunjang oleh tenaga-tenaga ahliyang memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut denganbaik.Untuk itu sangat diperlukan adanya orang-orang yangmempelajari dan mengajarkannya kepada masyarakat, dan selanjutnyamasyarakat dapat merealisasikannya di dalam pembagian hartawarisan.Para ulama berpendapat bahwa mempelajari dan mengajarkanfiqh mawaris / faraidh adalah wajib kifayah. Artinya kewajiban yangapabila telah ada sebagian orang yang memenuhinya, dapatmenggugurkan kewajiban semua orang. Namun apabila tidak adaseorangpun yang melaksanakan kewajiban tersebut, maka semua orangmenanggung dosa. Ini sejalan dengan perintah Rasulullah SAW agarumatnya mempelajari dan mengajarkan ilmu faraidh sebagaimanamempelajari dan mengajarkan al-Quran:“Pelajarilah oleh kalianal-Quran dan ajarkanlah kepada orang lain, dan pelajarilah ilmufaraidh dan ajarkanlah kepada orang lain. Karena aku adalah orangyang bakal terenggut (mati) sedang ilmu akan dihilangkan. Hampirsaja dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan tidakmendapatkan seorang pun yang dapat memberikan fatwa kepada mereka.”(Riwayat Ahmad, an-Nasai dan al-Daruqutny).Seiring denganberkembangnya teknologi saat ini, secara langsung maupun tidaklangsung manusia sangat terbantu dengan adanya teknologi informasidan komunikasi. Berbagai kemudahan dapat kita peroleh dalamberkomunikasi dan mendapatkan informasi karena adanya teknologiinformasi.Melalui pengembangan aplikasi ini, diharapkan dapatmembantu memudahkan dalam menghitung pembagian harta warisansehingga perselisihan-perselisihan yang mungkin akan terjadi dapatdihindari.Islam came regulate inheritance provisions in detail inorder to avoid disputes among heirs after the death of those whoinherited their wealth (muwaris). Islamic religious principlesrequire fair and justice as one of the joint community developmentcan be enforced. The provision can not walk properly andeffectively without supported by experts who understand andimplement the provisions of the well.For that it is necessary tohave people who study and teach it to the people, and then peoplecan make it happen in the division of the inheritance.The scholarsargue that the study and teach fiqh Mawaris / faraidh is mandatorykifayah. This means that if the obligations have been some peopleaway, can abort the duty of all people. But if no one is carryingout this obligation, then all people bear the sins. This is in linewith the orders of the Prophet Muhammad that his people learn andteach science faraidh as learn and teach the Qur'an:"Learn by yourQur'an and teach it to others, and learn faraidh science and teachit to others. Because I was the one who'd taken away (die) is thescience will be eliminated. Almost any two people arguing about theinheritance did not get no one can give a fatwa to them. "(Reportedby Ahmad, an-Nasai, and al-Daruqutny).Along with the development oftechnology today, directly or indirectly, humans greatly assistedby the information and communication technology. Various facilitieswe can get to communicate and obtain information for theirinformation technology.Through the development of this application,is expected to help make it easier to calculate the distribution ofthe estate so that disputes might be averted.

App Information Hitung Waris

  • App Name
    Hitung Waris
  • Package Name
    com.habibimustafa.waris
  • Updated
    February 14, 2016
  • File Size
    2.2M
  • Requires Android
    Android 4.1 and up
  • Version
    0.0.1
  • Developer
    Habibi Mustafa
  • Installs
    1,000+
  • Price
    Free
  • Category
    Tools
  • Developer
    Yogyakarta - Indonesia
  • Google Play Link

Habibi Mustafa Show More...

Hitung Waris 0.0.1 APK
Islam datang mengatur ketentuan pembagian warisan secara rinci agartidak terjadi perselisihan antara sesama ahli waris sepeninggalorang yang hartanya diwarisi (muwaris). Agama Islam menghendakiprinsip adil dan keadilan sebagai salah satu sendi pembinaanmasyarakat dapat ditegakkan. Ketentuan tersebut tidak dapatberjalan baik dan efektif tanpa ditunjang oleh tenaga-tenaga ahliyang memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut denganbaik.Untuk itu sangat diperlukan adanya orang-orang yangmempelajari dan mengajarkannya kepada masyarakat, dan selanjutnyamasyarakat dapat merealisasikannya di dalam pembagian hartawarisan.Para ulama berpendapat bahwa mempelajari dan mengajarkanfiqh mawaris / faraidh adalah wajib kifayah. Artinya kewajiban yangapabila telah ada sebagian orang yang memenuhinya, dapatmenggugurkan kewajiban semua orang. Namun apabila tidak adaseorangpun yang melaksanakan kewajiban tersebut, maka semua orangmenanggung dosa. Ini sejalan dengan perintah Rasulullah SAW agarumatnya mempelajari dan mengajarkan ilmu faraidh sebagaimanamempelajari dan mengajarkan al-Quran:“Pelajarilah oleh kalianal-Quran dan ajarkanlah kepada orang lain, dan pelajarilah ilmufaraidh dan ajarkanlah kepada orang lain. Karena aku adalah orangyang bakal terenggut (mati) sedang ilmu akan dihilangkan. Hampirsaja dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan tidakmendapatkan seorang pun yang dapat memberikan fatwa kepada mereka.”(Riwayat Ahmad, an-Nasai dan al-Daruqutny).Seiring denganberkembangnya teknologi saat ini, secara langsung maupun tidaklangsung manusia sangat terbantu dengan adanya teknologi informasidan komunikasi. Berbagai kemudahan dapat kita peroleh dalamberkomunikasi dan mendapatkan informasi karena adanya teknologiinformasi.Melalui pengembangan aplikasi ini, diharapkan dapatmembantu memudahkan dalam menghitung pembagian harta warisansehingga perselisihan-perselisihan yang mungkin akan terjadi dapatdihindari.Islam came regulate inheritance provisions in detail inorder to avoid disputes among heirs after the death of those whoinherited their wealth (muwaris). Islamic religious principlesrequire fair and justice as one of the joint community developmentcan be enforced. The provision can not walk properly andeffectively without supported by experts who understand andimplement the provisions of the well.For that it is necessary tohave people who study and teach it to the people, and then peoplecan make it happen in the division of the inheritance.The scholarsargue that the study and teach fiqh Mawaris / faraidh is mandatorykifayah. This means that if the obligations have been some peopleaway, can abort the duty of all people. But if no one is carryingout this obligation, then all people bear the sins. This is in linewith the orders of the Prophet Muhammad that his people learn andteach science faraidh as learn and teach the Qur'an:"Learn by yourQur'an and teach it to others, and learn faraidh science and teachit to others. Because I was the one who'd taken away (die) is thescience will be eliminated. Almost any two people arguing about theinheritance did not get no one can give a fatwa to them. "(Reportedby Ahmad, an-Nasai, and al-Daruqutny).Along with the development oftechnology today, directly or indirectly, humans greatly assistedby the information and communication technology. Various facilitieswe can get to communicate and obtain information for theirinformation technology.Through the development of this application,is expected to help make it easier to calculate the distribution ofthe estate so that disputes might be averted.
Loading...